Cita Cinta, Girl Squad di Jamannya

Seoul, 25 Juni 2017

Perempuan berambut pixie yang duduk sendirian di sebelah saya ini, tampak familiar, saya berusaha keras mengingat-ingat, saya yakin saya pernah bertemu dengannya, tapi ntah dimana. Karena sibuk meladeni pertanyaan Baby Riang soal kamera drone yang terus-terusan melintas di atas kepala kami, akhirnya saya teralihkan, sampai saya mendengar si perempuan menelpon, “Sudah berangkat? sudah siap siap? Ini Bunda lagi siap-siap juga, sholat Id di taman, sama orang Indonesia juga, nanti Bunda telp lagi ya?” telp ditutup, saya berniat untuk mengajaknya mengobrol, mungkin berat baginya untuk berjauhan dengan keluarga di Idulfitri ini, tapi tepat saat saya ingin menyapanya, ternyata perempuan ini kembali sibuk menelpon seseorang “Jon (?), udah sampe mana? udah mau mulai nih~ cepetan~, Exit 1, terus lo ikutin deh banyak kan orang-orang jalan, tadi ada yang jaga disitu, ikutin orang-orang aja Jon (?)” tak lama teman yang dipanggil Jon (?) ini datang, saya memutuskan untuk menunda menyapanya.

Kembali Baby Riang meminta perhatian dengan segala pertanyaannya, sementara saya sempat mendengar percakapan keduanya tentang pemotretan, dan hal-hal tentang fashion, ah mungkinkah mereka bekerja yang berhubungan dengan fashion? Akhirnya, kami pun bertegur sapa, hal umum saja, seperti sedang apa di Seoul, berapa usia Riang, yang sedari tadi tidak berhenti mengoceh.

Saat rangkaian acara sholat idulfitri usai, perempuan ini menyodorkan saya sebuah majalah “Ini mbak, bacaan kalau kangen Indonesia”. “Waaah, terima kasih mbak”, saya segera membuka lembaran majalah ini, temannya yang satu nyeletuk “Mbak ini yang itu lhoo~” sambil menunjuk lembar Catatan Editor. “Ya Allah! orang Femina ya!? Saya dulu sempet aktif di Komunitas Cita Cinta!”, dan seketika muncul jeritan-jeritan kecil “Ya Allah” “Ya Ampun Mbaaakk!” “Ya ampun sempitnya dunia” “Iya mbak Rully, mbak Widi, dll” “Aduh seneng bangeet” semuaaa memori masa keemasan Cita Cinta muncul kembali.

Cita cinta, salah satu majalah perempuan dari Femina Group dengan komunitas online yang cukup solid. Mailinglist Cita Cinta punya andil besar menyemangati saya melewati pengalaman terberat dalam hidup, pengalaman yang membawa saya bertemu dengan Mbak Rully untuk menulis kisah saya. Cita Cinta pula yang bikin saya punya lebih banyak teman perempuan! hahahahaha.

Kenangan hebohnya di setiap acara kopi darat, gimana rame nya Mailing List Cinta Cinta, group Yahoo Messenger, koleksi Goodie Bag, juara bertahan Best Dress, saling support ketika ada sayembara hadiah, heboh tukeran baju demi taat dress code, bahkan urusan Dress Code ini udah jadi menu wajib setiap salah satu dari kami menikah hahahaha. Saking rajinnya kami nongol di acara Cita Cinta, sampai salah satu tim Cita Cinta menjuluki kami 4L (Lo Lagi Lo Lagi). Sebelum Girl Squad kekinian yang heits muncul, sejak 8 tahun lalu kami sudah punya Girl Squad sendiri hahahaha.

Gusti Allah selalu punya cara mengingatkan makhluknya agar selalu bersyukur, kali ini kami harus berjauhan dari keluarga di tanah air di Idulfitri, tapi kami dipertemukan untuk mengingat hal-hal indah, saya diingatkan tentang naik turunnya pertemanan di 4L, sementara mbak nya mengingat saat manis ketika Cita Cinta berjaya di masanya, Cita Cinta berhenti terbit di bulan Maret 2016.

Nyaris 8 tahun pertemanan kami terjalin, semua lewat Cita Cinta. Dari sekedar rajin kopi darat, sampai rela dugem demi salah satu dari kami kepengen ngerasain dugem sebelum nikah (Girl, u know who you are!! hahahaha), hahahahaha. Sekarang, satu persatu dari kami sudah menikah, beberapa bahkan sudah punya anak, semoga pertemanan yang kerap naik turun ini akan selalu terjalin dengan baik.

Di suasana Idulfitri nan sarat makna silaturahmi, segerakan menghubungi teman-teman terdekat. Terima kasih Cita Cinta, terima kasih 4L, dan sujud syukur Gusti Allah atas nikmat silaturahmi yang Kau berikan hari ini.

 

Cita Cinta. Cerdas, Ceria, Cantik!

Tabik

 

Advertisements

Hamil di Korea Selatan, rekomendasi rumah sakit bersalin.

Ibu, Bapak, Tante, Om, Kakak, Adek, dan siapapun yang rajin sukarela dengan penuh perhatian untuk menanyakan kapan Bayi Riang punya adik, harap tenaaaaaaanng jangan sedih~ dan berkecil hati sebab kesempatan untuk menanyakan hal itu masih terbuka lebar, karena tulisan ini dibuat bukan karena saya sedang hamil 😛

Berawal dari salah satu teman di grup Ktalk menanyakan soal Goun MomCard (고운맘카드), Goun MomCard itu sejenis Kartu Jakarta Pintar, hanya saja diperuntukan bagi Ibu Hamil.

Obrolan kami pun melebar ke pengalaman dengan beberapa klinik dan rumahsakit ibu dan anak, sampai akhirnya muncul nama satu jaringan rumah sakit yang direkomendasikan oleh teman-teman saya.

Berhubung dini hari ini saya perlu tetap terjaga gegara nungguin kerjaan dari belahan dunia lain, jadi saya merangkum obrolan kami tadi.

Goun Momcard, tunjangan diberikan per kehamilan.  Info selengkapnya

  • Tahun 2009, KRW 300,000
  • Tahun 2011, KRW 400,000
  • Tahun 2015, KRW 500,000
  • Tahun 2017, KRW 500,000

Rumah sakit bersalin yang direkomendasikan berdasarkan pengalaman pribadi beberapa teman, yaitu Motae Women Hospital. Motae Women Hospital terdapat cabang di beberapa kota besar Korea Selatan.

  • Seoul, Alamat di (Woo) 08738, Gwanak-gu, Nambu Circular road 1831 (Bongcheon-dong 852-5) Telp 02-888-0204, 02-888-1213. Akses transportasi subway, turun di Seoul National University Station Exit 8. Peta Lokasi Motae Women Hospital, Seoul    Departemen Kandungan [Obstetrics and Gynecology]
    Senin – Jumat : 9 pagi – 8 malam 
    Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional 9 pagi – 5 sore 

    Departemen Anak dan Penyakit Dalam  
    Senin – Jumat : 9 pagi – 6 sore 
    Sabtu : 9 pagi – 3 sore
    Libur Nasional : 9 pagi – 1 siang 

    Departemen Kulit dan Kecantikan (Dermatologis) 
    Senin – Jumat : 9 pagi – 6 sore 
    Sabtu :  9 pagi – 3 sore 

   Istirahat : 1 siang – 2 siang

  • Daejon, alamat di (Wu 35230) Daejeon Metropolitan City Seo Gu Daeduk Daero 191 Mothae Obstetrics and Gynecology Hospital Representative telephone (042) 472-0080, Peta Lokasi Motae Women Hospital, Daejon

Yang menjadi bahan pertimbangan teman-teman saya adalah :

  • Biaya pemeriksaan yang cukup murah, dibanding rumah sakit bersalin lainnya. Bahkan perempuan Korea pun mengamininya.
  • Motae Women Hospital ini punya tenaga dokter kandungan perempuan, perlu dicatat di Korea Selatan cukup sulit menemukan tenaga dokter kandungan perempuan.
  • Pelayanan yang memuaskan.

Nah, sementara ini dulu ya informasinya, mohon ingatkan saya untuk membahas lebih lanjut soal Goun MomCard serta biaya-biaya pemeriksaan saat kehamilan serta melahirkan.

Terima kasih teman-teman Rumaisa KorSel, Rumah Muslimah Indonesia di Korea Selatan atas obrolan kita dini hari tadi, semoga bermanfaat.

 

Tabik

 

 

 

 

Cara membuat Visa Turis – Korea Selatan

Halo~

Sesuai janji saya tempo hari di disini, kami berniat untuk menyusul Kay ke Seoul, jadi saatnya berbagi cara membuat Visa Kunjungan Keluarga (C-3-1), kalau ada yang bingung maksud dari jenis visa ini adalah turis yang mengunjungi sanak keluarga yang tinggal di Korea Selatan. Pengajuan visa KorSel cukup mudah, tanpa perlu itinerary lengkap, bahkan tiket pesawat pun tidak terlalu penting.

Sebenarnya ini bukan kali pertama mengunjungi KorSel. Pertengahan Januari, saya sempat transit beberapa hari di KorSel dalam perjalanan ke US. Seseorang yang dalam perjalanan ke/dari US via KorSel, boleh mengunjungi ke KorSel tanpa visa, cukup menunjukkan bukti tiket perjalanan selanjutnya. 

Visa ini untuk Saya dan baby Riang, kalau Kay sih udah di Seoul dari bulan Agustus 2016. Kami buat Visa ini dalam rangka diundang/mengunjungi Kay. Yuk kita mulai buat daftar, dokumen apa saja yang harus dipersiapkan,

Saya :

  1. Paspor Asli, masa berlaku min. enam bulan sejak tanggal keberangkatan.
  2. Paspor yang sudah tidak berlaku (jika ada)
  3. Fotokopi halaman paspor yang sudah ada stempel imigrasi atau visa dari negara yang sudah pernah dikunjungi
  4. Formulir Visa , silahkan di download.
  5. Foto terbaru, ukuran 3×4. Ke studio foto, cukup bilang “pas foto untuk Visa KorSel”
  6. Surat Undangan dari pengundang
  7. Fotokopi NPWP
  8. Fotokopi KK
  9. Fotokopi Buku Nikah
  10. Bukti Keuangan tiga bulan terakhir, SPT dan Bukti Lapor Pajak*
  11. Bukti keuangan tiga bulan terakhir**
  12. Surat Keterangan Kerja, menjelaskan bahwa kita bekerja di perusahaan X, dan cuti dari periode X sampai X, dan kembali bekerja pada tanggal X
  13. Surat Keterangan Kuliah nya Kay (boleh surat penerimaan Universitas)
  14. Alien Card nya Kay, ini semacam Kartu Ijin Menetap Sementara di Korea

Baby Riang : 

  1. Paspor Asli, masa berlaku min. enam bulan sejak tanggal keberangkatan.
  2. Paspor yang sudah tidak berlaku (jika ada)
  3. Fotokopi halaman paspor yang sudah ada stempel imigrasi atau visa dari negara yang sudah pernah dikunjungi
  4. Formulir Visa , silahkan di download.
  5. Foto terbaru, ukuran 3×4. Ke studio foto, cukup bilang “pas foto untuk Visa KorSel”
  6. Fotokopi Akte Kelahiran

Catatan :

  • Jika Akomodasi Dibebankan Kepada Pihak Yang Diundang:
    * SPT PPH 21
    * Rekening Koran tabungan 3 bulan terakhir dan Surat Referensi Bank dari bank yang bersangkutan
  • Jika Akomodasi Dibebankan Kepada Pihak Pengundang:
    ** Rekening Koran Tabungan 3 bulan terakhir

– Untuk WN Asing yang menetap di Indonesia dan memiliki Suami/Istri WN Indonesia, Maka untuk Suami/Istri beserta anaknya yang diajak untuk kunjungan ke Korea, tidak perlu melampirkan Surat Keterangan Kerja, Surat Undangan, dan Bukti Keuangan.
– Pada Surat Undangan harap dijelaskan secara rinci dan jelas maksud dan tujuan mengundang, jika dianggap maksud dan tujuan kurang jelas maka dapat dilakukan interview oleh Consul yang berwenang.
Jika dokumen yang telah dilampirkan dianggap masih kurang lengkap oleh Consul, maka pihak Kedubes Korea dapat meminta tambahan dokumen.

Biaya pembuatan Rp 952,000 per aplikasi visa ini untuk Double Entry Visa, dua kali masuk KorSel, masa berlaku visa selama enam bulan, dengan masa tinggal tigapuluh hari. Sementara, Single Entry biayanya Rp 544,000 per aplikasi visa, untuk satu kali kunjungan dengan masa tinggal tigapuluh hari. Untuk biaya dan jenis Visa lainnya, boleh check disini

Oh iya, jangan lupa bawa uang cash ya, please jangan mengulang kebodohan saya yang harus sprint ke ATM terdekat yang berada di dalam RS Medistra. Nomor antrian tinggal sepuluh lagi terus baru ngeh kalo uang cashnya kurang, sembrono! Kedutaan Korea Selatan ini termasuk santai, boleh bawa handphone, tas, makanan dan minuman ke dalam lokasi Kedutaan, ehm ga kayak tetangga yang itu tuuuhh~

Dokumen dan uang yang sudah disiapkan termasuk dokumen asli diserahkan ke Kedubes KorSel. Pengajuan visa KorSel perlu membuat janji terlebih dulu, cukup datang, ambil nomor antrian, kemudian serahkan di loket penerimaan berkas. Prosesnya enam hari kerja terhitung sejak aplikasi diserahkan ke counter visa. Proses visa bisa dipantau disini

Lokasi Kedutaan Besar KorSel ada di Jalan Gatot Soebroto Kav 57, posisi ada di sebelah RS Medistra, jam operasional konsulat/visa

  • Penerimaan Aplikasi Visa : Setiap Hari Senin ~ Hari Jumat (09:00~11:30)
  • Pemberian Visa : Setiap Hari Senin ~ Hari Jumat (13:30 ~ 17:00)
  • Kecuali Libur Resmi Indonesia 2016 dan 4 Besar Libur Resmi Republik Korea

Transportasi ke Kedubes KorSel, menurut saya sepertinya lebih nyaman pakai angkutan online ya mengingat bawa dokumen penting plus uang tunai dalam jumlah cukup banyak. Kalau saya, pakai Commuter Line Jalur Tanah Abang – Serpong/Parungpanjang/Maja, turun di Stasiun Palmerah, terus nyambung angkutan online. Untuk yang membawa kendaraan pribadi bisa parkir di RS Medistra, Griya Surveyor, atau Korea Centre Building. Ini Peta Google lokasi Kedutaan Besar Korea Selatan.

Jika masa kunjungan lebih dari 91 hari, per 2 Maret 2016 warna negara Indonesia diwajibkan untuk melampirkan Certificate of Health(TB) dari Rumah Sakit yang telah ditentukan oleh Kedutaan Besar Republik Korea. Selengkapnya

TIPS!!

  1. Pastikan dana yang tersedia di Rekening menunjukkan bahwa punya cukup dana untuk membiayai perjalanan kita, yaeyalaaahh. Hitungan sederhana untuk perjalanan lima hari di Seoul butuh sekitar duabelas sampai limabelas juta sudah termasuk penginapan di daftar apartemen studio dan hostel
  2. Untuk yang belum punya NPWP, bisa membuat surat keterangan.
  3. eticket pesawat, meskipun tidak diwajibkan, namun saya tetap melampirkan, caranya cukup datang ke kantor agen perjalanan, booking tiket untuk keperluan pengajuan visa
  4. Booking hotel, di Agoda, dan Air BnB kita bisa cari kamar hotel atau apartemen yang punya ketentuan “Free Cancellation”, jaga-jaga kalo ternyata visanya ga disetujui. Amit amit deeehh
  5. Usaha udah maksimal, mari saatnya berdoa biar visanya disetujui!!

Tambahan penting! 

Info dari Mas Andre, terima kasih Mas Andre, banyak yang sudah punya tiket terus ternyata visanya ditolak, mungkin~ ini mungkin ya, karena permasalahan dana di Rekening, jadi please pastikan dana yang tersedia cukup untuk membiayai perjalanan kita, penting juga untuk melampirkan NPWP dan SPT PPH21, sebagai bukti keuangan.

Ehm apalagi ya? Silahkan kalau ada yang mau tanya-tanya, boleh tinggalkan pesan di kolom komentar ya, biar jawabannya bisa membantu orang lain yang baca tulisan ini juga.

Btw, kabarin ya kalo mau ke Seoul, nanti ku kasih contekan itinerary sip.

Tabik

Latihan itu bernama, empati.

Ini adalah late post, kejadian kurang lebih satu setengah tahun yang lalu.

Jelang tidur, tiba-tiba Kay menyodorkan handphone, meminta saya untuk melihat posting-an dari salah satu teman kerjanya, isinya beasiswa ke Seoul, kerjasama antara KEITI dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, batas akhir pendaftaran kurang dari seminggu ke depan, tanpa pikir panjang saya memintanya untuk mendaftar, Kay membalas “Gimana dengan kamu? Riang?”. Mungkin saat itu saya lagi kesurupan sampe sanggup komentar “itu urusan nanti, yang penting daftar dulu” padahal sejak awal menikah, kami punya prinsip “We rather have nothing than separate to each other”, versi Inggris dari “Makan, ga makan asal kumpul”.

Saya tahu Kay tetap terjaga sampai dini hari, entah mikirin soal beasiswa atau melototin lelang Lego favoritnya :P, sementara saya sukses tidur dalam sekejap, maklum tipe pelor. Di tengah perjuangan mengumpulkan persyaratan, kami sempat bertengkar, saya tipikal melakukan sesuatu dimulai dengan meluruskan niat bersungguh-sungguh, dan saya paham betul Kay, sebagai partner rumahtangga yang luar biasa (saya akan cerita di lain kesempatan) tentu berat hati harus meninggalkan kami. Bahkan, Kay sempat dirawat di Rumah Sakit karena stress, diagnosa sih karena Thypus, tapi stress lah penyebab utamanya. Akhirnya kami sepakat, meluruskan niat sekolah demi memperbaiki kehidupan kami di masa datang, sementara saya akan mengundurkan diri dari pekerjaan dan menyusul secepatnya ke Seoul. Berkali-kali saya bilang ini ke Kay, “Aku siap dan saya harap kamu juga siap untuk meluruskan niat” Sempet sedih luar biasa, karena tidak sedikit yang berkomentar yang menurut saya, justru membuat kami makin stress misalnya “wah bisa jalan-jalan di Korea”, “wah nanti pulang dari beasiswa bisa kebeli xyz” serius, ada lho yang mikir dan komentar seperti itu. Tapi kan kita ga bisa ngelarang orang untuk komentar apa, meskipun kalau saya boleh memilih, tolong semangati kami dengan cara yang benar. Saya percaya, orang-orang yang berkomentar seperti itu berniat baik, hanya saja cara dan kata-kata yang dipilih kurang pas.

Inilah yang membuat saya menulis tentang empati, saya percaya ada orang yang mungkin berkomentar respon saya ini kasar dan lebay karena terlalu memikirkan komentar macam di atas, tapi coba deh, serius nanya, kalau kalian sedang puyeng ngadepin persiapan beasiswa atau misalnya stress ngurus visa negara x, rasanya gimana kalo tiba-tiba ada yang komentar “waah asyiknya bisa jalan-jalan ke negara x, bawain gw oleh-oleh yaa?”, kalo saya sih KZL. Hahahahahaha.

Boleh ya kita mencoba merubah cara kita menanggapi situasi ketika seseorang berkeluh kesah dengan berempati dan mendengar lebih banyak, berempati menurut KBBI adalah em·pa·ti /émpati/ n Psi keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain;
ber·em·pa·ti v melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~ 

Sulit memang, saya sendiri masih suka melontarkan respon simpati dibanding empati. Namun, saya yakin kalau kita mau membiasakan diri berempati, kita bisa menjadi pendengar yang baik.

Manusia memiliki dua telinga, supaya kita mendengar lebih banyak.

 

Tabik

 

 

 

 

Till We Meet Again

Setelah tigabelas tahun, akhirnya saya harus pisah dengan kantor tempat saya bekerja, tapi saya ga mau cerita rinci hari pamitan, wong nulis ini aja bikin mata saya panas, hehehehe.

23 September 2016,  hari terakhir saya bekerja di penyedia alat bantu dengar terbesar di Indonesia, selanjutnya bergabung dengan Perusahaan Implant Koklea

Jelang hari H perut makin mules, apalagi pas pamitan sama orangtua klien, gimana ga baper coba? Saya beruntung diperbolehkan menjadi bagian dari perjuangan mereka, jadi bantalan emosi pas mereka capek, marah, jengkel. Ada haru luar biasa ketika menyaksikan putra/i mereka dapat mendengar suara untuk pertama kalinya, beberapa bahkan udah seperti teman dan keluarga sendiri, mereka adalah orangtua hebat yang dianugerahi anak luar biasa, tidak semua orang bisa seberuntung  saya, diijinkan untuk menjadi bagian dari kisah perjuangan orangtua dengan anak tuna rungu.

Tigabelas tahun, apa ga jenuh? Duh mak, udah bukan jenuh lagi namanya hahahaha….ga normal atuh kalo ga jenuh blas, ada kok saat-saat saya merasakan kejenuhan, namun sepertinya para orangtua ini tahu kalau saya butuh suntikan –dana– semangat, mereka silih berganti, setiap hari mengirimkan pesan singkat, kadang isinya cuma “Mbak, alatnya ga dibuang lagi!”, kali lain isinya “Mbak, akhirnya bisa pake alat tanpa dilepas!!” atau sekedar “Mbak, hari ini X manggil saya Ma Ma Ma” gitu doang aja saya udah semangat lagi,  murah kan? Hahahahaha. Hubungan dengan klien serta perkembangan mendengar anak-anak inilah yang mampu membuat saya bertahan di industri ini, sampai sekarang.

Saya, kini semakin mengerti kalau ada orang yang sanggup bertahan puluhan tahun setia dengan pekerjaannya, pekerjaan lho ya bukan perusahaan :P. Kepuasan batin inilah yang mereka dan saya rindukan.

Semoga para orangtua hebat ini diberikan kemudahan dan kesabaran dalam mendampingi anak spesial ini, semoga ada kesempatan buat saya bertemu dengan mereka lagi, berbagi kisah tentang perjalanan mendengar putra/i mereka.

So parents…. Till we meet again.

Tabik

 

 

 

Cara Membuat Visa Studi Korea Selatan

Setelah melewati drama baper beberapa bulan lalu, akhirnya Kay lolos seleksi untuk penerimaan beasiswa di University of Seoul, Korea Selatan, jadwal keberangkatan di bulan Agustus, ada beberapa persyaratan administrasi yang mesti dilengkapi, salah satunya Visa Studi.

Berikut adalah informasi semoga lengkap pengurusan visa studi Korea Selatan.

Dokumen persyaratan untuk mengajukan Visa Studi program S2,

  1. Paspor asli dan fotokopi, termasuk paspor lama (jika masih ada), stempel imigrasi dan visa negara lain yang sudha pernah dikunjungi.
  2. Formulir aplikasi visa, serta foto terbaru yang nantinya akan ditempel di formulir  aplikasi visa.
  3. Certificate of Admission (surat keterangan telah diterima dan terdaftar di Universitas Korea yang dituju)
  4. Ijazah terakhir (fotocopy dan asli), terkadang pihak Kedutaan meminta untuk melegalir fotocopy ijazah, dan jika tida berbahasa Inggris, sebaiknya diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Boleh inbox jika memerlukan jasa penerjemah tersumpah. 
  5. Certificate of Health (TB), terhitung sejak 02 Maret 2016, untuk warga negara asing tertentu, yang hendak mengunjungi Korea Selatan lebih dari 90 hari,  diwajibkan untuk melakukan Tes Medis, termasuk TB (Tubercolosis) yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pihak Kedutaan Besar Korea Selatan, Daftar Rumah Sakit dan Formulir Tes Medis.
  6. Bukti keuangan, untuk penerima beasiswa, bukti keuangan cukup berupa surat keterangan dari pihak penanggung beasiswa, sementara untuk biaya studi mandiri/orangtua melampirkan bukti laporan keuangan pribadi/orangtua selama tiga bulan terakhir, bukti lapor pajak dan SPT. Minimal dana yang tersedia sebesar USD 20,000.

Catatan :

Penerima beasiswa dari Pemerintah Korea, Perusahaan Korea maupun Pemerintah Indonesia yang biaya hidup dan biaya sekolahnya ditanggung tidak perlu melampirkan bukti keuangan.

Jika dokumen yang diajukan dianggap belum lengkap maka pihak Kedubes Korea berhak meminta dokumen tambahanPaspor Asli dan fotokopi, termasuk paspor lama (jika masih ada), stempel imigrasi  dan visa negara yang sudah pernah dikunjungi.

Jenis visa serta formulir aplikasi visa, bisa didapatkan di Website Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia 

Proses pengajuan visa memakan waktu lima hari kerja, terhitung sejak satu hari setelah aplikasi diserahkan, misalnya aplikasi diserahkan hari Senin, maka Visa dapat diambil (jika disetujui) pada hari Senin minggu berikutnya. Cek status pengajuan visa Korea Selatan. 

Setelah persyaratan sudah lengkap, kita datang ke Kedutaan Besar Korea Selatan, yang letaknya bersebelahan dengan RS Medistra, Gatot Soebroto. Kalau pengguna Commuter Line, bisa turun di St Palmerah, lanjut dengan angkutan online. Kedutaan buka dari jam 09.00 – 14.00, meskipun nomor antrian berbarengan dengan pihak agen travel, namun petugas pemeriksaan dokumen visa bekerja cukup efisien, jadi ga berasa antrian lama. Oh iya, pembayaran visa hanya menerima uang tunai.

disclaimer : persyaratan diatas, tidak menjamin visa anda akan disetujui. Persetujuan visa menjadi hak penuh pihak pemerintah Korea Selatan. 

Oh iya! postingan mengenai visa turis kunjungan keluarga, akan ada berikutnya ya.

Jika ada pertanyaan, boleh silahkan tinggalkan komentar, saya akan coba bantu jawab.

Goodluck!!

Tabik

 

WordPress.com.

Up ↑